Minggu, 02 Januari 2011

palagan ambarawa

PERTEMPURAN AMBARAWA – MAGELANG

Kemerdekaan Indonesia telah diproklamasikan sejak 17 Agustus tahun 1945, namun bangsa Indonesia masih mengalami berbagai macam rongrongan atau gangguan yang datang baik itu berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri.
Pemerintah Belanda masih tetap ingin menguasai Indonesia. Namun kali ini kedatangan pasukan Belanda di wilayah Indonesia yang membonceng pasukan Sekutu dan Inggris disambut dengan berbagai perlawanan oleh bangsa Indonesia. Sejak tahun 1945 hingga tahun 1950 telah terjadi berbagai macam pertempuran antara pihak Indonesia dengan Belanda yang dibantu oleh Inggris dan Sekutu, antara lain: Pertempuran Surabaya 10 Nopember 1945, Palagan Ambarawa, Medan Area, Bandung Lautan Api, Peristiwa Merah Putih di Manado, dan Pertempuran Margarana 20 Nopember 1946. Diantara pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut, hanya Palagan Ambarawa yang akhirnya mampu mengusir Belanda dan Sekutu
Pertempuran Ambarawa sering disebut Palagan Ambarawa. Palagan Ambarawa terjadi pada tanggal 20 Nopember 1945 dan berakhir pada tanggal 15 Desember 1945. Pertempuran ini terjadi antara pasukan TKR bersama masyarakat Indonesia melawan Sekutu – Inggris.

Latar Belakang
Peristiwa ini berlatar belakang insiden di Magelang, yaitu sesudah mendaratnya Brigade Artileri dari devisi India ke 23. Pihak Republik Indonesia memperkenankan mereka masuk ke wilayah Republik Indonesia untuk mengurus masalah tawanan perang Bangsa Belanda yang ada di penjara Ambarawa dan Magelang. Akan tetapi kedatangan pasukan Sekutu – Inggris diikuti oleh orang-orang NICA (Nederland Indische Civil Administration) yang kemudian mempersenjatai bekas tawanan itu. Pada tanggal 26 Oktober 1945 terjadi insiden di Kota Magelang yeng berkembang menjadi pertempuran antara pasukan TKR dengan Pasukan Gabungan Sekutu – Inggris dan NICA. Insiden ini berhenti setelah Presiden Ir. Soekarno dan Brigadir Jendral Bethel dating ke Magelang tanggal 2 Nopember 1945. Mereka mengadakan perundingan Gencatan Senjata dan diperoleh kata sepakat yang dituangkan dalam 12 pasal. Naskah persetujuan itu antara lain berisi :
a. Pihak sekutu akan menempatkan pasukannya di Magelang untuk melindungi dan mengevakuasi APWI (Allied Presoners War and Interneers) atau tawanan perang interniran Sekutu. Jumlah pasukan Sekutu dibatasi sesuai dengan keperluan itu.
b. Jalan Ambarawa – Magelang terbuka sebagai jalur lalu lintas Indonesia – Sekutu
c. Sekutu tidak akan mengakui aktivitas NICA dalam badan-badan yang berada di bawahnya.
Pihak sekutu ternyata mengingkari perjanjian ini. Pada tanggal 20 Nopember 1945 di Ambarawa pecah pertampuran antara pasukan TKR di bawah pimpinan Mayor Sumarto dan tentara Sekutu. Pada tanggal 21 Nopember 1945 pasukan sekutu yang berada di Magelang ditarik ke Ambarawa, namun tanggal 22 Nopember 1945 bertempuran berkobar di dalam kota dan pasukan Sekutu melakukan pengeboman terhadap kampong-kampung yang berada di sekitar Ambarawa.
Pasukan TKR bersama dengan pasukan pemuda dari Boyolali, Salatiga, Kartosuro bertahan di Belanda, sehingga membentuk edan sepanjang rel kereta api dan membelah Kota Ambarawa.
Sementara itu dari arah Magelang Pasukan TKR dan Divisi V / Purwokerto di bawah pimpinan Androngi melakukan serangan fajar pada tanggal 21 Nopember 1945 dan berhasil menduduki Desa Pingit dan merebut desa-desa sekitarnya yang telah diduduki Sekutu.
Batalyon Imam Androngi meneruskan gerakan pengejarannya disusul batalyon dari Yogyakarta, yaitu Batalyon X Divisi III di bawah pimpinan Mayor Suharto, Batalyon 8 di bawah pimpinan Mayor Sarjono dan Batalyon Sugeng. Musuh akhirnya terkepung. Walaupun demikian pasukan musuh mencoba mematahkan perkepungan dengan mengancam kedudukan pasukan kita dari belakang dengan tank-tanknya. Untuk menghindari jatuhnya korban, pasukan mundur ke Bedono dengan bantuan resimen kedua yang dipimpin oleh M. Sarbini, Batalyon Polisi Istimewa yang dipimpin oleh Onie Sastroadmodjo dan Batalyon dari Yogyakarta. Akhirnya gerakan Sekutu – Inggris NICA berhasil ditahan di Desa Jambu.
Para komandan pasukan kemudian mengadakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kolonel Holland Iskandar. Rapat itu menghasilkan pembentukan komando yang disebut Markas Pimpinan Pertempuran dan bertempt di Magelang. Sejak saat itu Ambarawa di bagi menjadi 4 sektor, yaitu Sektor Utara, Sektor Selatan, Sektor Barat dan Sektor Timur.
Pada tanggal 26 Nopember 1945 Pimpinan pasukan TKR dari Purwokerto yitu Letnan Kolonel Isdiman gugur dan digantikan oleh Kolonel Sudirman. Situasi perang menguntungkan pasukan TKR. Pasukan Sekutu – Inggris terusir dari Banyubiru pada tanggal 5 Desember 1945, yang merupakan garis pertahanan terdepan.
Pada tanggal 11 Desember 1945 Kolonel Sudirman mengambil prakarsa untuk mengumpulkan masing-masing komandan sektor. Akhirnya Kolonel Sudirman mengambil suatu kesimpulan bahwa pasukan musuh telah terjepit dan untuk itu perlu dilaksanakan serangan terakhir. Serangan direncanakan pada tanggal 12 Desember 1945 pukul 04.50 yang dipimpin oleh masing-masing komandan yang akan melakukan serangan secara mendadak dari semua sektor. Adapun keberadaan badan-badan perjuangan dapat menjadi tenaga cadangan.
Pada tanggal 12 Desember 1945 dini hari pasukan-pasukan TKR bergerak menuju sasaran masing-masing. Dalam waktu setengah jam pasukan TKR berhasil mengepung musuh di dalam kota. Pertahanan musuh yang terkuat diperkirakan di benteng Willem I Ambarawa yang terletak di tengah-tengak kota Ambarawa dan mundur ke Semarang.
Pertempuran di Ambarawa ini mempunyai arti penting karena letaknya yang strategis. Apabila musuh mampu menguasai Ambarawa, mereka dapat mengancam tiga kota utama di Jawa Tengah, yaitu Surakarta, Magelag dan terutama Yogyakarta yang menjadi pusat kedudukan Markas Tertinggi TKR.

Rabu, 24 November 2010

KERAJAAN PAJANG

KERAJAAN PAJANG
1. Pendahuluan
Menurut Kitab Kitab Nagarakretagama yang ditulis pada tahun 1365, daerah Pajang semula dikuasai oleh Bhatara i Pajang atau yang biasa disingkat Bhre Pajang. Tokoh yang menduduki Bhre Pajang tersebut adalah adik perempuan dari Hayam Wuruk, Raja Majapahit, yaitu Dyah Nertaja. Dyah Nertaja juga merupakan ibu dari Wikramawardhana, raja Majapahit selanjutnya.
Dalam naskah-naskah babad, negeri Pengging disebut sebagai cikal bakal Pajang. Cerita Rakyat yang sudah melegenda menyebut Pengging sebagai kerajaan kuno yang pernah dipimpin Prabu Anglingdriya, musuh bebuyutan Prabu Baka raja Prambanan. Kisah ini dilanjutkan dengan dongeng berdirinya Candi Prambanan.
Ketika Majapahit dipimpin oleh Brawijaya (raja terakhir versi naskah babad), nama Pengging muncul kembali. Dikisahkan putri Brawijaya yang bernama Retno Ayu Pembayun diculik Menak Daliputih raja Blambangan putra Menak Jingga. Muncul seorang pahlawan bernama Jaka Sengara yang berhasil merebut sang putri dan membunuh penculiknya. Atas jasanya itu, Jaka Sengara diangkat Brawijaya sebagai bupati Pengging dan dinikahkan dengan Retno Ayu Pembayun. Jaka Sengara kemudian bergelar Andayaningrat.
Menurut naskah babad, Andayaningrat gugur di tangan Sunan Ngudung saat terjadinya perang antara Majapahit dan Demak. Ia kemudian digantikan oleh putranya, yang bernama Raden Kebo Kenanga, bergelar Ki Ageng Pengging. Sejak saat itu Pengging menjadi daerah bawahan Kesultanan Demak. Namun beberapa tahun kemudian Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh hendak memberontak terhadap Demak. Hukuman mati itu diberikan karena Ki Ageng Pengging mengikuti ajaran Syekh Siti Jenar yang dianggap sesat. Setelah ayahnya mangkat, Joko Tingkir kemudian dibesarkan oleh pamannya, Ki Ageng Tingkir. Setelah dewasa, ia diperintahkan pamannya untuk pergi ke Kutaraja Demak dan mengabdi ke Sultan yang berkuasa, yaitu Sultan Trenggono. Jaka Tingkir memiliki nama kecil, yakni Mas Karebet. Tingkir adalah nama tempat Mas Kerebet dibesarkan. Pada saat datang ke Demak terdapat seekor Kerbau yang bernama Syahdan mengamuk di Demak. Dalam kesempatan ini diadakanlah sebuah sayembara yang menyatakan, bahwa siapa saja yang dapat menaklukkan banteng itu, akan diangkat sebagai punggawa kesultanan. Jaka tingkir mengikuti sayembara tersebut, dan ia berhasil melumpuhkan si banteng dengan sekali pukulan saja. Karena kesaktiannya, Jaka Tingkir diterima mengabdi, bahkan kemudian menjadi menantu Sultan Trenggana dan diberi sebuah wilayah bernama pajang, dengan Jaka Tikir sebagai adipatinya.
Prestasi Jaka Tingkir yang cemerlang dalam ketentaraan membuat ia diangkat sebagai menantu Sultan Trenggana, dan menjadi Bupati Pajang bergelar Hadiwijaya. Wilayah Pajang saat itu meliputi daerah Pengging (sekarang kira-kira mencakup Boyolali dan Klaten), Tingkir (daerah Salatiga), Butuh, dan sekitarnya.
Setelah Sultan Trenggana meninggal pada tahun 1546, anaknya yang bernama Sunan Prawoto diangkat sebagai penggantinya. Akan tetapi, ia kemudian meninggal terbunuh dalam perebutan kekuasaan oleh keponakannya sendiri, yaitu Arya Panangsang, yang semula menjadi Bupati Jipang tahun pada tahun 1549. Arya Penangsang merupakan murid Sunan Kudus. Jadi di dalam peristiwa ini peran Sunan Kudus sangat besar dalam membantu Arya Penangsang. Dalam perebutan kekuasaan tersebut, Pangeran Hadiri (Suami Ratu Kalinyamat = menantu Sultan Trenggono) dari Jepara juga ikut terbunuh. Ratu Kalinyamat adalah adik Sunan Prawoto. Hal ini adalah siasat Arya Penangsang untuk menghabisi seluruh keturunan Sultan Trenggono. Setelah itu, Arya Penangsang juga berusaha membunuh Hadiwijaya (menantu Sultan Trenggono) namun gagal.
Di pihak lain, Kadipaten Pajang juga telah beranjak kuat dan memiliki wilayah yang luas. Maka terjadilah pertentangan antara Jaka Tingkir dan Arya Penangsang. Dengan bantuan dari kadipaten-kadipaten lainnya dan yang juga tidak menyukai Arya Penangsang serta dukungan ratu kalinyamat yang dendam atas kematian suaminya yang dibunuh Aryo Penangsang, Jaka Tingkir akhirnya berhasil membunuh Arya Penangsang.
Kisah menaklukan Arya Penangsang terekam di dalam cerita babad, tentu saja dengan bumbu-bumbus mitos. Dikisahkan dalam Babad Tanah Jawi, Jaka Tingkir mendapat bantuan dari tiga orang yakni Ki Ageng Pemanahan, Ki Penjawi, Ki Juru Mertani. Arya Penangsang terkenal sakti, karena merupakan murid utama Sunan Kudus, senapati perang kerajaan Demak. Untuk menghadapi kesaktian Arya Penangsang, ketiga orang tersebut membuat strategi. Taktik dijalankan, awalnya dengan menangkap dan melukai telinga kuda kesayangan Arya Penangsang, Gagak Rimang. Kuda itu kemudian dikembalikan ke kandangnya. Mengetahui hal itu, Arya Penangsang sangat murka, dan langsung mencari yang dianggap bertanggung jawab.
Dilihatnya, orang yang melukai Gagak Rimang lari ke arah tepi Bengawan Solo, Maka Arya Penangsang mengejarnya. Di Bengawan Solo, pasukan Ki Ageng Pemanahan yang terdiri dari Ki Penjawi, dan Ki Juru Martani serta puteranya Sutowijaya sudah menunggu. Saat itu Danang Sutawijaya anak Ki Gede Mataram, sudah menunggu di balik gerumul semak di seberang sungai. Ketika Arya Penangsang tiba di tepi Bengawan Solo, diseberang dilepaskan seekor kuda betina. Maka, gagak rimang langsung mengejar kuda betina tersebut tanpa bisa dikendalikan, dan menyeberangi bengawan solo. Di seberang bengawan, Danang Sutawijaya sudah siap, menghunus tombank Kyai Plered. Begitu posisi dekat, Arya Penangsang ditikam dengan tombak di tangan Sutawijaya. Ia terjatuh, ususnya terburai. Namun, Arya Penangsang bangkit lagi, dan melilitkan ususnya di kerisnya, Kyai Setan Kober. Lantas ia menerjang Sutawijaya, sambil menghunus kerisnya. Tetapi ia lupa, keris saktinya terlilit ususnya sendiri, hingga menggores ususnya. Arya Penangsang tewas seketika.
Sepeninggal Arya Penangsang, Kerajaan Demak terjadi kekosongan kekuasaan. Atas kesepakatan keluarga kerajaan dan Kadipaten-kadipaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Jaka Tingkirpun menjadi pewaris takhta Kesultanan Demak, yang ibu kotanya dipindah ke Pajang.

2. Kesultanan Pajang
Kesultanan Pajang terletak di daerah Kartasura (dekat Surakarta), Jawa Tengah. Kesultanan ini merupakan kerajaan Islam pertama yang terletak di daerah pedalaman. Sebelumnya, kerajaan Islam selalu berada di daerah pesisir, karena Islam datang melalui para pedagang dari Asia Barat yang berlabuh di pesisir.
Pada awal berdirinya pada tahun 1549, wilayah Kasultanan Pajang hanya meliputi sebagian Jawa Tengah saja. Kasultanan Pajang tidak bisa mewarisi kekuasaan Kerajaan Demak, karena negeri-negeri di Jawa Timur banyak yang melepaskan diri sejak kematian Sultan Trenggono. Sebagai langkah pertama peneguhan kekuasaan, Sultan Hadiwijaya memerintahkan agar semua benda pusaka demak dipindahkan ke Pajang. Setelah itu, ia menjadi salah satu raja yang paling berpengaruh di Jawa. Berkat jasa Sunan Prapen, Pada tahun 1568 Sultan Hadiwijaya dan para adipati Jawa Timur dipertemukan di Giri Kedaton. Dalam kesempatan itu, para adipati sepakat mengakui kedaulatan Kasultanan Pajang di atas negeri-negeri Jawa Timur.
Sultan Hadiwijaya memperluas kekuasaannya di jawa pedalaman ke arah timur sampai daerah madiun, di aliran anak bengawan Solo yang terbesar. Tahun 1554, Blora, dekat Jipang, diduduki pula. Kediri ditundukannya pada tahun 1577. tahun 1581, sesudah usia sultan Hadiwijaya melampaui setengah baya, ia berhasil mendapatkan pengakuan sebagai sultan islam dari raja-raja terpenting di jawa timur.
Meskipun Sultan Hadiwijaya sangat berpengaruh dan kuat, akan tetapi Pajang tidak mampu memperluas wilayah kekuasaannya ke daerah lautan. Bahkan Madura pun tidak masuk dalam wilayah kekuasaan Pajang. Mungkin, ini merupakan salah satu akibat posisi pajang yang berada terlalu masuk ke pedalaman jawa. Meskipun perluasan wilayah tidak dapat dijalankan secara maksimal, selama pemerintahan hadiwijaya, bidang kesusastraan dan kesenian yang sudah maju di Demak dan Jepara lambat laut dikenal di pedalaman jawa. Pengaruh islam yang kaut di daerah pesisir pun menjalar dan tersebar ke pedalaman. Sebagai tanda ikatan politik, Panji Wiryakrama dari Surabaya (pemimpin persekutuan adipati Jawa Timur) dinikahkan dengan putri Sultan Hadiwijaya. Negeri kuat lainnya, yaitu Madura juga berhasil ditundukkan Pajang. Pemimpinnya yang bernama Raden Pratanu alias Panembahan Lemah Dhuwur juga diambil sebagai menantu Sultan Hadiwijaya. Salah seorang anak menantu Sunan Prawoto yaitu Arya Pangiri, diangkatnya menjadi adipati Demak
Demikian pula hubungan dengan orang-orang yang berjasa kepadanya, yaitu Ki Ageng Pemanahan (putra dari Ki Ageng Ngenis (=Henis), dan cucu Ki Ageng Selo), diberinya imbalan daerah Mataram (sekitar Kota Gede, Yogyakarta) pada tahun 1558 untuk ditinggali. Sunan Kalijaga yang membantu Ki Ageng Pemanahan meminta haknya pada Sultan Hadiwijaya atas tanah Mataram sebagai hadiah sayembara menumpas Arya Penangsang. Tanah Mataram dan Pati adalah dua hadiah Sultan Hadiwijaya untuk siapa saja yang mampu menumpas Arya Penangsang tahun 1549. Menurut laporan resmi peperangan, Arya Penangsang tewas dikeroyok Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. Ki Penjawi diangkat sebagai penguasa Pati sejak tahun 1549. Sedangkan Ki Ageng Pemanahan baru mendapatkan hadiahnya tahun 1556 berkat bantuan Sunan Kalijaga. Hal ini disebabkan karena Sultan Hadiwijaya mendengar ramalan Sunan Prapen bahwa di Mataram akan lahir kerajaan yang lebih besar dari pada Pajang.
Pemberian tanah di daerah Mataram oleh Joko Tingkir kepada Ki Ageng Pemanahan, seakan menjadi bumerang karena Mataram akan menghabisi kekuatan Pajang. Ki Ageng Pemanahan, yang kemudian juga dikenal dengan panggilan Ki Gede Mataram, dalam waktu singkat mampu membuat Mataram beserta rakyatnya maju. Namun sebelum dapat ikut menikmati hasil, di tahun 1575 Ki Ageng Pemanahan meninggal dunia.

3. KERUNTUHAN PAJANG
Ramalan tersebut menjadi kenyataan ketika Mataram dipimpin Sutawijaya putra Ki Ageng Pemanahan sejak tahun 1575. Tokoh Sutawijaya inilah yang sebenarnya membunuh Arya Penangsang. Di bawah pimpinannya, daerah Mataram semakin hari semakin maju dan berkembang.
Pada tahun 1582 meletus perang Pajang dan Mataram karena Sutawijaya membela adik iparnya, yaitu Tumenggung Mayang, yang dihukum buang ke Semarang oleh Sultan Hadiwijaya. Perang itu dimenangkan pihak Mataram meskipun pasukan Pajang jumlahnya lebih besar.
Sepulang dari perang, Sultan Hadiwijaya jatuh sakit dan meninggal dunia. Hadiwijaya meninggal dunia pada tahun 1587. Jenazahnya dimakamkan di Butuh, suatu daerah sebelah barat taman Keraton Pajang. Ia digantikan oleh menantunya, Arya Pangiri, anak Sunan Prawoto. Sebelum diangkat ke tahta pajang, Arya Pangiri adalah penguasa demak. Sementara itu, anak sultan Hadiwijaya, pangeran Benawa, disingkirkan oleh Arya Pangiri, dan dijadikan Adipati Jipang. Maka tak bisa dihindari terjadi persaingan antara putra dan menantunya, yaitu Pangeran Benawa dan Arya Pangiri
Sebagai raja selanjutnya. Arya Pangiri didukung Panembahan Kudus berhasil naik takhta tahun 1583. Pemerintahan Arya Pangiri hanya disibukkan dengan usaha balas dendam terhadap Mataram. Kehidupan rakyat Pajang terabaikan. Hal itu membuat Pangeran Benawa yang sudah tersingkir ke Jipang, merasa prihatin. Pada tahun 1586 Pangeran Benawa bersekutu dengan Sutawijaya meminta bantuan untuk menyerbu Pajang. Meskipun pada tahun 1582 Sutawijaya memerangi Sultan Hadiwijaya, namun Pangeran Benawa tetap menganggapnya sebagai saudara tua.
Perang antara Pajang melawan Mataram dan Jipang berakhir dengan kekalahan Arya Pangiri. Ia dikembalikan ke negeri asalnya yaitu Demak. Pangeran Benawa kemudian menjadi raja Pajang yang ketiga. Meski demikian, benawa mengakhiri kekuasaannya dengan mengundurkan diri dari tahta, lalu memilih hidup mengabdi untuk agama.
Pemerintahan Pangeran Benawa berakhir tahun 1587. Tidak ada putra mahkota yang menggantikannya sehingga Pajang pun dijadikan sebagai negeri bawahan Mataram. Yang menjadi bupati di sana ialah Pangeran Gagak Baning, adik Sutawijaya. Sutawijaya sendiri mendirikan Kesultanan Mataram di mana ia sebagai raja pertama bergelar Panembahan Senopati.

wudlu di Somalangu (Ponpes)







KERAJAAN - KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

PERKEMBANGAN KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
1. KERAJAAN SAMUDRA PASAI
- Kerajaan Islam tertua di Indonesia
- Sumber Sejarah  Nissan Malik Al Saleh dan Berita asing (Marcopolo dan Ibn battuta)
- Politik
• Pendiri: marah Silu (Malik Al Saleh) 1286
• Tokoh Islam  syech Ismail
• Raja II  St malik al Zahir
• Raja III  Malik Al Mahmud (Ahmad Al Thahir)& Malik Al mansur ( St Zaenal Abidin)
• Raja V  St Perumdad Perumah (sbr: ibn Battuta 1346)
- Ekonomi  dekat Malaka  pusat perdagangan
- Kehancuran
 minat Majapahit menyatukan Nusantara. (1349 menyerang)
 Malaka dikuasai Portugis, sehimgga pindah ke Bintan dan Aceh
 Ditakhlukkan Aceh

2. KERAJAAN ACEH
- menanjak sejak abad 17  karena Malaka dikuasai Port dan Aceh jadi pusat perdagangan
- Pendiri  Ali Mughayat Syah (1514-1524)
- Raja besar  Iskandar Muda (kekuasaan dari Deli – Malaka)
- Hancur
• Kalah dengan Portugis di Malaka
• Tidak ada raja pengganti Iskandar Muda yang cakap
• Daerah jauh melepaskan diri
- Sosbud
• Iskandar muda menyusun UU Tata Pemerintahan (Adat Makuta Alam)
• Ahli Tasawuf: Hamzah Fansuri, samsudin Pasai, Nuruddin Ar Raniri
- Teuku (golongan feodal yang menguasai pemerintahan) dan Teungku yang golongan agama

3. KERAJAAN DEMAK
- Berdiri tahun 1478
- Raja I  Raden Patah  wilayah meliputi pantura dan menguasai perdag nusantara.
Pengaruh  jambi, Plembang,banjar, maluku
Hanya berkuasa 4 tahun (1500-’04)
Menurut Tome Pires  bernama Pite Rodin (kemungkinan bisa pati Unus)
- Raja II : Trenggono (’04 – ’18)
- Raja III : Pati Unus (P. Sabrang Lor) >> sebelum jadi raja (1513) menyerang Portugis di Malaka. Tapi gagal. Setelah jadi raja, putus hubungan dengan Portugis
• Menurut de baros, dia adalah perampok
- Raja IV : Trenggono (lagi)
• Ngutus Fatahillah membendung masuknya Portugis ke Jabar
• Fatahillah adl: Guru besar dari Pasai + Panglima militer yg cakap
• Hasil: Banten ditakhlukkan (1527)
• 1528 menakhlukkan Sunda Kelapa dan diganti nama Jaya Karta
• Karena jasanya dihadiahi wilayah Cirebon dan dikawinkan dgn adiknya.
• Expansi damai ke Pajang dan Mataram, menantu P. Longgar dari Madura, menantu Jaka Tingkir dari Pajang
- Hancur  1546 menyerang Pasuruan (pelabuhan besar), tp gagal dan mati
- Digantikan P. Sekar Sedo Lepen (adik) >> dibunuh Sunan Prawoto (anak Trenggono) >> dibunuh Aryo Penangsang (Anak P.Sedo Lepen)
- Dibereskan oleh Hadi Wijaya yg dibantu Ki Ageng Pemanahan




4. KERAJAAN BANTEN
 Jabar di bawah kekuasaan Pajajaran (Hindu)
 Pajajaran bersahabat dengan Portugis, sampai mengizinkan membangun benteng
 Expansi Trenggono (Banten)+ Fatahillah  berhasil, shg Portugis gagal mendirikan kantor dagang
 OKI Fatahillah dihadiahi Banten. Sedang Cirebon diserahkan P. Pasarean
 1525 Pasarean mati. Fatahillah kembali ke Cirebon dan Banten diserahkan Hasanuddin
 Raja raja:
a. Hasanuddin (menantu Trenggono) 1550
Fatahillah sebagai peletak dasar Islam, Hasanuddin peletak dasar pemerintahan
- Demak merosot karena perebutan kekuasaan
- 1568 putus hubungan
- menguasai Lampung (Lada terbesar)
b. Panembahan Yusuf (1570)
- 1579 dibantu P. Jeporo (suami Kalinyamat) berhasil menakhlukkan Pajajaran. Prabu Sedah tewaz  tamat
- P. Jeporo ingin menggantikan raja sepeninggal P. Yusuf) tp gagal.
c. Maulana Muhammad (9 tahun)  perlu wali = mangkubumi Jayanegara
– istri  Ny Gde Wonogiri
– Pertama kali Belanda datang (1596) dipimpin C. De Houtman
– Tahun 1596 tewaz menakhlukkan Palembang
d. Abd Mufakir (5 bulan)  di-wali Ny Gde Wonogiri dan Jayanegara
a. Akhirnya jayanegara menikahi Ny. Gde Wonogiri, ditentang hingga Jaya negara tewaz
b. Mangkubumi diganti Arya Manggala. Dia ramah pada VOC tapi menentang monopoli. Jadi Belanda (JP Coen) pergi ke Sunda Kelapa (diperintah Wijayakrama) dirubah jadi Batavia (3 Mei 1619).
c.
e. Abd Fatah (S. Ageng Tirtoyoso) 1651
a. Bersekutu dengan Ternate, ngusir Belanda.
b. Tahun 1583 ditangkap VOC + Bantuan Abd Kohar putranya
c. 1692 tewaz dalam tahanan Belanda
f. Abd Kohar (Sultan Haji)
Buat perjanjian: - Jadi Sultan di banten
- banten berada di bawah naungan Kompeni
- Kompeni bias monopoli
- St haji ganti biaya perang 600 ribu ringgit
- Kompeni mbangun benteng
g. St Zaenal Arifin (1733) diatur istrinya Ratu Fatimah)
Ratu ingin menyingkirkan P Gusti (Putra mahkota) dari kerajaan dan mendukung menantunya. Dia meminta bantuan Gub. Jend. Van Imhoff.
Hal tersebut mendapat perlawanan dari Kyai Topo + bantuan Inggris.
Tahun 1750 Imhoff meninggal dan digantikan Yacob Van Mossel.
Mossel mendukung Gusti.
h. Gusti naik tahta dengan syarat di bawah kekuasaan VOC dan Lampung menjadi milik VOC
Banten tetap ada tapi sebagai negara BONEKA

5. KERAJAAN MATARAM ISLAM
- Berasal dari tanah perdikan yang dihadiahkan Sultan Hadiwijaya kepada Ki Ageng Pemanahan karena jasanya membantu menumpas Aryo Penangsang(Bupati Jipang) di Demak
- Senopati (putra Ki Ageng Pemanahan) sebagai peletak dasar pemerintahan (1585-1601)
- Masa kejayaan saat diperintah Sultan Agung Hanyokro Kusumo (1613-1645).(Raja pertama yang memakai gelar sultan)
• Yang dilakukan: melawan VOC dan mempertahankan seluruh tanah Jawa, memperluas wilayah, membantu P. Benowo dan akhirnya mendapatkan Pajang), membuat kalender Jawa, Tertarik pada seni dan sastra (Sastro Gending)
- masa selanjutnya VOC sangat mendominasi pemerintahan. Raja2 mataram ada yang pro dan ada yang kontra. Hingga terjadilah perjanjian Giyanti dan perjanjian Salatiga yang memecah belah kerajaan Mataram

6. KERAJAAN GOWA-TALLO (Makasar)
- Letak strategis, ditengah2 lalulintas perdagangan (Maluku Malaka)
- Abad 17 jd 7an utama Bangsa Barat karena rempah2
- Berasal dari 9 kerajaan kecil yang membentuk satu federasi yang masing2 dikepalai oleh paccalaya
- Para paccalaya mengangkat Tummanurung yang dipercaya turun dari Khayangan untuk menjadi Ratu di Gowa
- Ke-9 Pacalaya turun status jadi Abdi Tummanurung (Kasiwiang Salapanga)  pengabdi yg 9
- Pengganti Tummanurung adalah Anak pattola
- ISLAM masuk abad 15  1605
• Orang pertama masuk Islam adalah Abdullah Awalul Islam (Raja Tallo. Kemudian St Alauddin (Gowa)
• Th 1607 semua rakyat ISLAM
• 1608 – 1611  perang Islam
• Tokoh (Dt Ri bandang), Dt Ri Patimang, Dt Tiro
- Politik: toleran dan bersahabat kecuali wajib Islam
- Saat S. Hasanuddin (1638) mengadakan expansi ke Sumbawa, Flores dan melawan Belanda
- Bld + Bone menekan Makasar
- Terjadi Perjanjian Bongaya
- Pengganti St Hasanuddin adalah Mappasomba. Dia lebih keras, shg BLD serius menanganinya. Dan berhasil dihancurkan.
7. KERAJAAN TERNATE TIDORE
Ternate berdiri abad 13 di Sampalu
- Penganut Islam pertama kali: Gapi baguna (St Marhum) 1465 – 1495
Atas bujukan Dt Maulana Husin
- Digantikan Zaenal Abidin (’85 – 1500). Th ’95 berguru kepada Sunan Giri
- Hairun (1500-’70)  datang portugis dan Spanyol
- Bersaing untuk mendapatkan harga murang. Akibatnya dengan Tidore bermusuhan karena bersaing mendapatkan hadiah benteng (ex: Benteng Sao paolo daro Port untuk Ternate)
- Awalnya Sy Hairun senang bekerjasama. Tapo saat Port mulai monopoli, St hairun melawan dan akhirnya terbunuh oleh de Mosquito.
- Digantikan Baabullah. 5 tahun berkuasa akhirnya bisa mengusir Port
• Mengalami masa kejayaan. Meliputi Filipina, Papua dan Timor
- Persekutuan Uli Lima
Tidore
- Tahun 1081 pernah ada raja yang Islam, yt Shahadati / M. Naqal, tp penggantinya tidak Islam
- Baru raja ke 9 (Cirililiati/St Jamaludin) menganut Islam karena jasa Sech Mansur
- Diganti Mansur, memperluas pengaruhnya ke Halmahera, P. Raja Ampal, Seram dan Papua
- Tergabung dalam persekutuan Uli Syiwa
- Ternate Tidore bersatu ngusir Portugis (1575) lari ke Ambon
- 1605 Belanda Masuk
- Jaya pada saat St Nuku (1789 – 1805)  berhasil mengadu domba Balanda dan Inggris. Balanda bisa diusir dan Inggris hanya hubungan dagang, sehingga Ternate terbebas dari Bangsa barat
- Diganti adiknya (1805 – 1815).

Selasa, 01 Juni 2010

Peradaban Sungai

Pengertian
• Budaya : dari kata Sanskerta (Buddayah) bentuk jamak dari kata Buddi (=akal)
Menceritakan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan oleh Panca Indra
• Tiga Unsur Budaya
o Cipta : kemampuan akal pikiran manusia
o Rasa : Kemampuan panca indra untuk mengembangkan estetika (keindahan)
o Karsa : kehendak manusia untuk mencapai kesempurnaan
• Unsur dalam pengertian budaya : buat rumah, buat alat rumah tangga, cara mencukupi ekonomi, mengadakan perkawinan, kepercayaan, Organisasi, politik, kesenian pendidikan, dll
• PERADABAN  Civilization (Inggris)  mengemukakan pendapat dan penilaian terhadap suatu hasil kebudayaan
o Ex: halus, tinggi, indah
o Peradaban mengandung nilai-nilai keluhuran budi




KEADAAN GEOGRAFIS
- letak di India
- Jazirah ini disebut anak Benua, karena letaknya seakan-akan terpisah dari dataran Asia lain
- Tersekat Gunung Himalaya dan Hindu Kush. Di Antara Pegunungan tadi terdapat Celah Khaiber
- Di tengah India ada Gunung Windya, membagi utara dan selatan
- Bagian Utara subur dan padat penduduk karena ada S. Gangga, S. Shindhu dan S. Brahmaputra
- Bagian Selatan gersang. Terdapat Pegunungan Tinggi Dekkan

PERADABAN LEMBAH SUNGAI SHINDU
________________________

1. Pusat Peradaban  Mahenjo-Daro dan Harappa
2. Tata Kota  jalan lurus, lebar 10 M + trotoar
Gedung & toko + rumah dari batu bata dan lumpur tertata rapi
Kota terbago beberapa blok yg berbantuk bujursangkar dilengkapo lorong2 dan saluran air

3. Sanitasi  memikirkan kesehatan. Kamar mandi terdapat jendela
saluran pembuangan ke saluran bawah tanah yg menuju ke sungai
4. Sistem pertanian dan Pengairan  subur karena sungai sering meluap
Mampu membuat saluran irigasi sampai jauh ke pelosok
5. Teknologi  membuat barang dari emas dan perak, alat rm tangga, bangunan, alat perang dan alat pertanian
6. Perekonomian  sudah mengadakan hubungan dagang dengan Sumeria dan Mesopotamia
Melalui jalan darat (kuda dan onta) dan laut
Ditemukan teracotta (lempengan tanah liat yang dibakar)
7. Pemerintahan
a. Chandra Ghupta Maurya
Setelah ,menguasai Persia, pasukan Iskandar Zulkarnain melanjutkan ekspansi ke India (327 sM) melalui celah khaiber.
Namun perjalanan mereka hanya sampai di Punjab (324 sM) karena dihadang oleh Chandra Ghupta) dan mendirikan Kerajaan Maurya yang beribu kota di Pattaliputra
Kerajaan berjaya dan wilayahnya luas meliputi Khasmir sampai S. Gangga.
b. Asoka (268-232 sM)
Adalah cucu candra Ghupta. Mengalami masa gemilang. Kalingga dan Dekkan berhasil dikuasai.
Aktif melakukan ekspansi, tapi setelah menyaksikan penderitaan akibat perang jadi menyesal
Berubah jadi cinta damai
Semula penganut Hindu, tapi berubah jadi Budha. Shg jadi Agama resmi negara
Setelah meninggal, kerajaan terpecah belah sampai waktu yang lama, hingga abad IV M Candra Gupta I berhasil menyatukannya

8. Kepercayaan  memuja banyak dewa. Ex: Dewi Ibu (Kesuburan)
Di S. Gangga menyembah buaya, gajah dll
9. Peninggalan kebudayaan  Torso (Arca yang hilang kepalanya), Arca + Alat-alat Rm Tangga( perunggu)


PERADABAN LEMBAH SUNGAI GANGGA
________________________

1. Pusat Peradaban  Lembah S. Gangga (Peg. Himalaya) – Windya-Kedna
Pendukungnya bangsa arya (Indo jerman). Datang tahun 2000-1500sM
Mereka bangsa peternak yg terus mengmbera. Kemudian mengalahkan bangsa Dravidadi lembah S. Gangga yg subur, menetap dan mengembangkan kebudayaannya.
Jadi Peradaban Lembah S. Gangga dikemabngkan oleh bangsa Arya dan Dravida yang disebut kebudayaan HINDU 9Sesuai tempat = Hindustan)
2. Munculnya Agama Hindhu.
Kebudayaan Hindu tercantum d/ Kitab Weda (=pengetahuan), yaitu pemikiran dari Resi yang dibukukan oleh Resi Wiyasa. Weda ada 4: Reg Weda (=syair pemujaan pada Dewa),
samaWeda (=nyanyian),
Yajur Weda (=bacaan keselamatan), dan
Atharwa Weda (=sihir untuk menghilangkan bencana)
Hindu memuja banyak dewa Brahma, Wisnu, Syiwa, Saraswati,Sri, Bayu, Agni
Tempat suci dianggap rumah Dewa. Gangga dianggap keramat. Bisa menghapus segala dosa. Untuk mencapai surga, maka abu jenazah harus mengalir di S. Gangga.
3. Munculnya Agama Budha
Muncul ketika beberapa orang menentang pendapat kaum Brahmana. Dipimpin Sidharta Gautama (531 sM)
Asal : Kerajaan Kepilawastu
7an : samsara (penderitaan)
Khotbah pertama : Taman Rusa (Banares)
Kitab suci : Tripitaka
Setelah 100 tahun Budha wafat. Maka timbil berbagai persepsi, maka Budha pecah jadi:
- Budha Hinayana  dilambangkan sebagai kereta kecil, sifatmya tertutup, mengajar pembebasan bagi diri sendiri, yg berhak jadi Sangha adalah Biksu yang ada di Vihara
- Budha Mahayana  melambangkan kereta besar (terbuka) mengajarjan pembebasan juga pada orang lain. Semua orang berhak jadi sangha, asal sanggup
4. Pemerintahan
Melanjutkan Kebudayaan Shindu
Kerajaan Ghupta
Pendiri: Candragupta I (320-330 M) dgn pusat kerajaan di S. Gangga
Masa gemilang saat samudra gupta
Berkembang agama Hindu, tapi Budha dihormati
Kerajaan Harsya
Rajanya Harsyawardana, berkembang kesenian dan pembangunan candi-candi



- Ada dua Sungai, S. Hoang – Ho dan Tse Kiang. Tapi Hoang-Ho lebih berkembang
- Tumbuh dan berkembangnya Hoang-Ho didukung oleh beberapa faktor
o Musim dingin airnya beku, jadi sulit beraktivitas
o Musim semi banjir, menggenangi dataran luas
o Tantangan  buat tanggul, sehingga Hoang-Ho bisa ditakhlukkan
1. Letak Geografis  S. Kuning yang berhulu di Peg Kwen Lun (Tibet) dan bermuara di laut Kuning
S. yang Tse kiang bermuara di Laut Cina Selatan
2. Pertanian  Sudah dikenal sejak Z. neolithicum, dengan hasil utama Padi
3. Teknologi  kaya kan bahan tambang, bahan tambang ini dioleh untuk keperluan sehari-hari
4. Aksara dan bahasa  Tulisan salah satu cara berkomunikasi. Tapi bahasa mereka berlainan tiap propinsi, maka dibuat bahasa persatuan : Kuo-Yu
5. Astronomi  banyak ahli perbintangan, shg berkembang penanggalan
Astronomi sangat penting karena Cina mengenal 4 musim, juga untuk pelayaran
6. Pemerintahan
Ada 2 macam bentuk pemerintahan
Feodal  kaisar tidak menangani langsung bentuk pemerintahan, karena kaisar sangat sakral
Inutaris  kaisar berkuasa mutlak dalam pemerintahan
Dinasti Shang
Adalah dinasti yang pertama. Tidak banyak cerita, hanya memuja banyak Dewa, dgn dewa tertinggi Shang-Ti
Dinasti Chou
Dasar feodalisme diletakkan. Pemerintah daerah dipegang vasal yang berhak mengembangkan kekuasaannya
Berkembang tokoh filsafat seperti Kong Fi Tse dan lao Tse
Dinasti Chin

Pendiri raja Cheng (Shih Huang Ti), sifatnya kesatuan. Hanya satu raja. Jadi feodalisme dihapuskan diganti dengan gubernur yang bertanggungjawab pada kaisar.
Mada masa ini juga dibangun Tembok sepanjang perbatasan utara untuk menahan para pengembara. Tembok ini dikerjakan selama 18 abad dan berakhir pada Dinasti Ming
Menyamakan Huruf dan timbangan untuk seluruh negeri

Dinasti Han
Tokoh Liu Pang.
Ajaran Kong Fu Tse mulai diterapkan lagi. Pemerintahan berdasar ajaran Kong Fu Tse. Setiap pegawai harus memahami ajaran Kong Fu Tse.
Mengalami kejayaan pada masa han Wu Ti
Hancur pada tahun 221 M
Dinasti T’ang
Pendiri Li Shih Min (T’ang T’ai Tsung)
Kekuasaan meliputi Ton kin dan Kamboja
Kebijakannya: Undang-undang yang mengatur tanah, Pajak dan membagi Cina dalam 10 profinsi
Agama Islam dan Nasrani mulai masuk hubungan dagang.
Runtuh di Abad 10 M

7. Filsafat
Lao Tse  tercantum dalam buku Tao Te Ching
Ajarannya  Taoisme yang mengajarkan untuk menerima nasib. Bahagia dan sedih itu sama
Kong Fu Tse  berdasar Tao juga (=segala sesuatu yang mengajarkan segala-galanya di alam semerta shg menjadi selaras. Dan manusia bagian dari alam.
Ajaran kong Fu Tse mencakup keluarga dan pemerintahan. Raja dan bapak memimpin
Meng The  Murid Kong Fu tse, tapi hanya mengajarkan rakyat. Karena di suatu negara rakyatlah yang banyak berperan
8. Kebudayaan
- Seni dan sastra tidak bisa dipisahkan. keluar filsuf dalam ajaran Kong Fu Tse. Tokoh : Li Tai Po dan Tu Fu.
- Hasil karya sastra berupa puisi, ex:
- Shih Ching (=puisi klasik), Shu Ching (=sejarah klasik), I Ching (=perubahan-perubahan), Chu Chin (=musim semi dan musim gugur)
- Tembok besar China yang dibangun masa dinasti Chin, tapi sudah ada tembok pengaman pada masa shih huang Ti. Panjang 7000 Km, tinggi 16 M dan lebar 8 M, dibangun selama 18 abad pada masa Din Ming. Tiap2 ada benteng pertahanan yang dijaga oleh pasukan Cina
- Kuil  BANGUNAN SUCI UNTUK MEMUJA DEWA, dan Istana
9. Kepercayaan  SEMULA MEMUJA BANYAK DEWA, kemudian timbul ajaran Kong Fu Tse



1. Letak Geografis  antara dua aliran sungai, yt daerah lembah S. Eufrat dan Tigris (Mesopotamia) = IRAK
Pada masa itu berada di tepi pantai dan dekat dengan sungai, terkenal perdagangannya.
2. Penduduk dan masyarakat rumpun bangsa semit yang semi nomadik, setelah mendapatkan tanah subur kemudian bertani. Tapi mereka kalah dengan bangsa Sumeria 3000sM
3. Pertanian dan Pengairan  memanfaatkan banjir di bulan okt – april untuk bertani
4. Ilmu pengetahuan dan Teknologi
Bidang Arsitektur = membangun kota sangat terencana yang terbuat dari batu bata dan tanah liat. Model ziggurat bermakna religius.
Mengolah Logam = membuat cermin, tongkat, kapak, tembikar dan hiasan
IPTEK = Ashurbanipat membangun perpustakaan tertua di dunia
Masa Kerajaan babylonia membuat taman gantung
5. Aksara  huruf paku, tertera dalam Undang Undang (Codex) Hammurabi
6. Kalender  untuk mengenal perputaran waktu dan musim, dan membagi dalam jam, menit dan detik
7. Ekonomi  dagang tani (nb. Ada barang-banrang dari Indus)
8. Pemerintahan
SUMERIA
Kedatangan bangsa Sumeria menghadapi banyak tantangan alam. Kemenangannya dijadikan cerita dewa (mythologi). Kerajaan dipimpin oleh Patasi
Akkadia
Oleh rumpun semit yang berasal dari padang pasir diketuai oleh sargon
Memuja banyak dewa
Babylonia lama
Oleh bangsa Amoria yang tadinya berkuasa di Syiria
Raja Hammurabu membuat undang-ungdang yang ditulis di tiang batu  hukuman setimpal, rumah tanggung jawab yang membangun
Asyiria
Tadinya tinggal di hulu S. Eufrat Tigris
Ingin menguasai Mesopotamia yang dihuni bangsa akadia dan Sumeria dipimpin Raja SARGON  MENANG
Raja Assurbanipal mendirikan Perpustakaan yang berupa tanah liat dengan huruf paku yang masih bisa dibaca.
Babylonia Baru
Oleh bangsa Chaldea yang dipimpin oleh Raja Nabopalassar
Berhasil membuat jembatan yang menghubungkan lalulintas kota Babylonia
Kerajaan Persia
Oleh bangsa Maeda yang mengalahkan bangsa Persia
Luas dari Teluk Persia sampai Kaspia
9. tata kota  jalan lurus lebar dan di tepi jalan ada selokan air. Tembok dari batu bata
10. Kepercayaan  memuja Dewa penguasa alam, manusia sesudah mati akan hilang.
- Setelah dikuasai bangsa Persia berkembang ajaran Persia dengan Buku Zend Awaesta
11. Hukum Hammurabi  dengan aturan rakyat bisa tertip dan Raja semakin besar
- Hukum tersebut berupa prasasti batu tinggi (2,5M) dan ditempatkan di tengah-tengah ibukota
- Mrp Undang-undang tertulis pertama di Dunia
12. Peninggalan Kebudayaan
a. Bangunan Kota yang indah dengan jembatan, Taman Bergantung, dan bukit buatan, kuil dewa
b. Ilmu Hitung  1 taun terdiri dari 360 hari, 1 jam 60 menit de es te






Mesir merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua di Benua Afrika yang berasal dari tahun 4000sM
1. Letak geografis  Bagian utara benua Afrika
- Berkat sungai Nil, Mesir jadi subur. Herodotus menyatakan Mesir hadiah dari sungai Nil
- Nil membuat Delta yang luas sehingga berdiri kota penting spt Kairo, dan Iskandaria
2. Seni bangunan thn 3000 sM membangun piramida untuk mengubur raja2 Mesir Kuno. Piramida terbesar milik Fir’aun Cheops (137 M). Tapi cara pembuatan dan organisasinya tidak bisa diketahui (rahasia mesir).
Di depan ada Spinx  patung singa berkepala manusia
Obelisk  tugu batu yang runcing untuk memuja matahari
Tulisan Gambar (pictograph) yang disebut Hieroglyph

3. Pertanian dan Pengairan  dengan organisasi yang baik memanfaatkan S. Nil
4. IPTEK  Banyak waktu luang karena petani nunggu musim. Jadi memanfaatkan cari ilmu.
Mummy,
5. Astronomi / Penanggalan  berdasar perhitungan Matahari. Dan menggunakan bintang untuk mengetahui perubahan Musim
6. Pemerintahan  kekuasaan raja yang absolut oleh Firaun
7. Kepercayaan  Banyak Dewa
8. Peninggalan Kebudayaan:
a. Tulisan Hyeroglyp. Akibat penjajahan Romawi tidak sempat dipelajari, sehingga terlupakan
b. Piramid dan Sphinx
c. Ilmu Hitung  +-x: dan ukur geometri, luas segitiga dgn tepat, diameter lingkaran, dll.
d. Obelisk
e. Mummy
f. Kota mesir Kuno

Peradaban Sungai

Pengertian
• Budaya : dari kata Sanskerta (Buddayah) bentuk jamak dari kata Buddi (=akal)
Menceritakan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan oleh Panca Indra
• Tiga Unsur Budaya
o Cipta : kemampuan akal pikiran manusia
o Rasa : Kemampuan panca indra untuk mengembangkan estetika (keindahan)
o Karsa : kehendak manusia untuk mencapai kesempurnaan
• Unsur dalam pengertian budaya : buat rumah, buat alat rumah tangga, cara mencukupi ekonomi, mengadakan perkawinan, kepercayaan, Organisasi, politik, kesenian pendidikan, dll
• PERADABAN  Civilization (Inggris)  mengemukakan pendapat dan penilaian terhadap suatu hasil kebudayaan
o Ex: halus, tinggi, indah
o Peradaban mengandung nilai-nilai keluhuran budi




KEADAAN GEOGRAFIS
- letak di India
- Jazirah ini disebut anak Benua, karena letaknya seakan-akan terpisah dari dataran Asia lain
- Tersekat Gunung Himalaya dan Hindu Kush. Di Antara Pegunungan tadi terdapat Celah Khaiber
- Di tengah India ada Gunung Windya, membagi utara dan selatan
- Bagian Utara subur dan padat penduduk karena ada S. Gangga, S. Shindhu dan S. Brahmaputra
- Bagian Selatan gersang. Terdapat Pegunungan Tinggi Dekkan

PERADABAN LEMBAH SUNGAI SHINDU
________________________

1. Pusat Peradaban  Mahenjo-Daro dan Harappa
2. Tata Kota  jalan lurus, lebar 10 M + trotoar
Gedung & toko + rumah dari batu bata dan lumpur tertata rapi
Kota terbago beberapa blok yg berbantuk bujursangkar dilengkapo lorong2 dan saluran air

3. Sanitasi  memikirkan kesehatan. Kamar mandi terdapat jendela
saluran pembuangan ke saluran bawah tanah yg menuju ke sungai
4. Sistem pertanian dan Pengairan  subur karena sungai sering meluap
Mampu membuat saluran irigasi sampai jauh ke pelosok
5. Teknologi  membuat barang dari emas dan perak, alat rm tangga, bangunan, alat perang dan alat pertanian
6. Perekonomian  sudah mengadakan hubungan dagang dengan Sumeria dan Mesopotamia
Melalui jalan darat (kuda dan onta) dan laut
Ditemukan teracotta (lempengan tanah liat yang dibakar)
7. Pemerintahan
a. Chandra Ghupta Maurya
Setelah ,menguasai Persia, pasukan Iskandar Zulkarnain melanjutkan ekspansi ke India (327 sM) melalui celah khaiber.
Namun perjalanan mereka hanya sampai di Punjab (324 sM) karena dihadang oleh Chandra Ghupta) dan mendirikan Kerajaan Maurya yang beribu kota di Pattaliputra
Kerajaan berjaya dan wilayahnya luas meliputi Khasmir sampai S. Gangga.
b. Asoka (268-232 sM)
Adalah cucu candra Ghupta. Mengalami masa gemilang. Kalingga dan Dekkan berhasil dikuasai.
Aktif melakukan ekspansi, tapi setelah menyaksikan penderitaan akibat perang jadi menyesal
Berubah jadi cinta damai
Semula penganut Hindu, tapi berubah jadi Budha. Shg jadi Agama resmi negara
Setelah meninggal, kerajaan terpecah belah sampai waktu yang lama, hingga abad IV M Candra Gupta I berhasil menyatukannya

8. Kepercayaan  memuja banyak dewa. Ex: Dewi Ibu (Kesuburan)
Di S. Gangga menyembah buaya, gajah dll
9. Peninggalan kebudayaan  Torso (Arca yang hilang kepalanya), Arca + Alat-alat Rm Tangga( perunggu)


PERADABAN LEMBAH SUNGAI GANGGA
________________________

1. Pusat Peradaban  Lembah S. Gangga (Peg. Himalaya) – Windya-Kedna
Pendukungnya bangsa arya (Indo jerman). Datang tahun 2000-1500sM
Mereka bangsa peternak yg terus mengmbera. Kemudian mengalahkan bangsa Dravidadi lembah S. Gangga yg subur, menetap dan mengembangkan kebudayaannya.
Jadi Peradaban Lembah S. Gangga dikemabngkan oleh bangsa Arya dan Dravida yang disebut kebudayaan HINDU 9Sesuai tempat = Hindustan)
2. Munculnya Agama Hindhu.
Kebudayaan Hindu tercantum d/ Kitab Weda (=pengetahuan), yaitu pemikiran dari Resi yang dibukukan oleh Resi Wiyasa. Weda ada 4: Reg Weda (=syair pemujaan pada Dewa),
samaWeda (=nyanyian),
Yajur Weda (=bacaan keselamatan), dan
Atharwa Weda (=sihir untuk menghilangkan bencana)
Hindu memuja banyak dewa Brahma, Wisnu, Syiwa, Saraswati,Sri, Bayu, Agni
Tempat suci dianggap rumah Dewa. Gangga dianggap keramat. Bisa menghapus segala dosa. Untuk mencapai surga, maka abu jenazah harus mengalir di S. Gangga.
3. Munculnya Agama Budha
Muncul ketika beberapa orang menentang pendapat kaum Brahmana. Dipimpin Sidharta Gautama (531 sM)
Asal : Kerajaan Kepilawastu
7an : samsara (penderitaan)
Khotbah pertama : Taman Rusa (Banares)
Kitab suci : Tripitaka
Setelah 100 tahun Budha wafat. Maka timbil berbagai persepsi, maka Budha pecah jadi:
- Budha Hinayana  dilambangkan sebagai kereta kecil, sifatmya tertutup, mengajar pembebasan bagi diri sendiri, yg berhak jadi Sangha adalah Biksu yang ada di Vihara
- Budha Mahayana  melambangkan kereta besar (terbuka) mengajarjan pembebasan juga pada orang lain. Semua orang berhak jadi sangha, asal sanggup
4. Pemerintahan
Melanjutkan Kebudayaan Shindu
Kerajaan Ghupta
Pendiri: Candragupta I (320-330 M) dgn pusat kerajaan di S. Gangga
Masa gemilang saat samudra gupta
Berkembang agama Hindu, tapi Budha dihormati
Kerajaan Harsya
Rajanya Harsyawardana, berkembang kesenian dan pembangunan candi-candi



- Ada dua Sungai, S. Hoang – Ho dan Tse Kiang. Tapi Hoang-Ho lebih berkembang
- Tumbuh dan berkembangnya Hoang-Ho didukung oleh beberapa faktor
o Musim dingin airnya beku, jadi sulit beraktivitas
o Musim semi banjir, menggenangi dataran luas
o Tantangan  buat tanggul, sehingga Hoang-Ho bisa ditakhlukkan
1. Letak Geografis  S. Kuning yang berhulu di Peg Kwen Lun (Tibet) dan bermuara di laut Kuning
S. yang Tse kiang bermuara di Laut Cina Selatan
2. Pertanian  Sudah dikenal sejak Z. neolithicum, dengan hasil utama Padi
3. Teknologi  kaya kan bahan tambang, bahan tambang ini dioleh untuk keperluan sehari-hari
4. Aksara dan bahasa  Tulisan salah satu cara berkomunikasi. Tapi bahasa mereka berlainan tiap propinsi, maka dibuat bahasa persatuan : Kuo-Yu
5. Astronomi  banyak ahli perbintangan, shg berkembang penanggalan
Astronomi sangat penting karena Cina mengenal 4 musim, juga untuk pelayaran
6. Pemerintahan
Ada 2 macam bentuk pemerintahan
Feodal  kaisar tidak menangani langsung bentuk pemerintahan, karena kaisar sangat sakral
Inutaris  kaisar berkuasa mutlak dalam pemerintahan
Dinasti Shang
Adalah dinasti yang pertama. Tidak banyak cerita, hanya memuja banyak Dewa, dgn dewa tertinggi Shang-Ti
Dinasti Chou
Dasar feodalisme diletakkan. Pemerintah daerah dipegang vasal yang berhak mengembangkan kekuasaannya
Berkembang tokoh filsafat seperti Kong Fi Tse dan lao Tse
Dinasti Chin

Pendiri raja Cheng (Shih Huang Ti), sifatnya kesatuan. Hanya satu raja. Jadi feodalisme dihapuskan diganti dengan gubernur yang bertanggungjawab pada kaisar.
Mada masa ini juga dibangun Tembok sepanjang perbatasan utara untuk menahan para pengembara. Tembok ini dikerjakan selama 18 abad dan berakhir pada Dinasti Ming
Menyamakan Huruf dan timbangan untuk seluruh negeri

Dinasti Han
Tokoh Liu Pang.
Ajaran Kong Fu Tse mulai diterapkan lagi. Pemerintahan berdasar ajaran Kong Fu Tse. Setiap pegawai harus memahami ajaran Kong Fu Tse.
Mengalami kejayaan pada masa han Wu Ti
Hancur pada tahun 221 M
Dinasti T’ang
Pendiri Li Shih Min (T’ang T’ai Tsung)
Kekuasaan meliputi Ton kin dan Kamboja
Kebijakannya: Undang-undang yang mengatur tanah, Pajak dan membagi Cina dalam 10 profinsi
Agama Islam dan Nasrani mulai masuk hubungan dagang.
Runtuh di Abad 10 M

7. Filsafat
Lao Tse  tercantum dalam buku Tao Te Ching
Ajarannya  Taoisme yang mengajarkan untuk menerima nasib. Bahagia dan sedih itu sama
Kong Fu Tse  berdasar Tao juga (=segala sesuatu yang mengajarkan segala-galanya di alam semerta shg menjadi selaras. Dan manusia bagian dari alam.
Ajaran kong Fu Tse mencakup keluarga dan pemerintahan. Raja dan bapak memimpin
Meng The  Murid Kong Fu tse, tapi hanya mengajarkan rakyat. Karena di suatu negara rakyatlah yang banyak berperan
8. Kebudayaan
- Seni dan sastra tidak bisa dipisahkan. keluar filsuf dalam ajaran Kong Fu Tse. Tokoh : Li Tai Po dan Tu Fu.
- Hasil karya sastra berupa puisi, ex:
- Shih Ching (=puisi klasik), Shu Ching (=sejarah klasik), I Ching (=perubahan-perubahan), Chu Chin (=musim semi dan musim gugur)
- Tembok besar China yang dibangun masa dinasti Chin, tapi sudah ada tembok pengaman pada masa shih huang Ti. Panjang 7000 Km, tinggi 16 M dan lebar 8 M, dibangun selama 18 abad pada masa Din Ming. Tiap2 ada benteng pertahanan yang dijaga oleh pasukan Cina
- Kuil  BANGUNAN SUCI UNTUK MEMUJA DEWA, dan Istana
9. Kepercayaan  SEMULA MEMUJA BANYAK DEWA, kemudian timbul ajaran Kong Fu Tse



1. Letak Geografis  antara dua aliran sungai, yt daerah lembah S. Eufrat dan Tigris (Mesopotamia) = IRAK
Pada masa itu berada di tepi pantai dan dekat dengan sungai, terkenal perdagangannya.
2. Penduduk dan masyarakat rumpun bangsa semit yang semi nomadik, setelah mendapatkan tanah subur kemudian bertani. Tapi mereka kalah dengan bangsa Sumeria 3000sM
3. Pertanian dan Pengairan  memanfaatkan banjir di bulan okt – april untuk bertani
4. Ilmu pengetahuan dan Teknologi
Bidang Arsitektur = membangun kota sangat terencana yang terbuat dari batu bata dan tanah liat. Model ziggurat bermakna religius.
Mengolah Logam = membuat cermin, tongkat, kapak, tembikar dan hiasan
IPTEK = Ashurbanipat membangun perpustakaan tertua di dunia
Masa Kerajaan babylonia membuat taman gantung
5. Aksara  huruf paku, tertera dalam Undang Undang (Codex) Hammurabi
6. Kalender  untuk mengenal perputaran waktu dan musim, dan membagi dalam jam, menit dan detik
7. Ekonomi  dagang tani (nb. Ada barang-banrang dari Indus)
8. Pemerintahan
SUMERIA
Kedatangan bangsa Sumeria menghadapi banyak tantangan alam. Kemenangannya dijadikan cerita dewa (mythologi). Kerajaan dipimpin oleh Patasi
Akkadia
Oleh rumpun semit yang berasal dari padang pasir diketuai oleh sargon
Memuja banyak dewa
Babylonia lama
Oleh bangsa Amoria yang tadinya berkuasa di Syiria
Raja Hammurabu membuat undang-ungdang yang ditulis di tiang batu  hukuman setimpal, rumah tanggung jawab yang membangun
Asyiria
Tadinya tinggal di hulu S. Eufrat Tigris
Ingin menguasai Mesopotamia yang dihuni bangsa akadia dan Sumeria dipimpin Raja SARGON  MENANG
Raja Assurbanipal mendirikan Perpustakaan yang berupa tanah liat dengan huruf paku yang masih bisa dibaca.
Babylonia Baru
Oleh bangsa Chaldea yang dipimpin oleh Raja Nabopalassar
Berhasil membuat jembatan yang menghubungkan lalulintas kota Babylonia
Kerajaan Persia
Oleh bangsa Maeda yang mengalahkan bangsa Persia
Luas dari Teluk Persia sampai Kaspia
9. tata kota  jalan lurus lebar dan di tepi jalan ada selokan air. Tembok dari batu bata
10. Kepercayaan  memuja Dewa penguasa alam, manusia sesudah mati akan hilang.
- Setelah dikuasai bangsa Persia berkembang ajaran Persia dengan Buku Zend Awaesta
11. Hukum Hammurabi  dengan aturan rakyat bisa tertip dan Raja semakin besar
- Hukum tersebut berupa prasasti batu tinggi (2,5M) dan ditempatkan di tengah-tengah ibukota
- Mrp Undang-undang tertulis pertama di Dunia
12. Peninggalan Kebudayaan
a. Bangunan Kota yang indah dengan jembatan, Taman Bergantung, dan bukit buatan, kuil dewa
b. Ilmu Hitung  1 taun terdiri dari 360 hari, 1 jam 60 menit de es te






Mesir merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua di Benua Afrika yang berasal dari tahun 4000sM
1. Letak geografis  Bagian utara benua Afrika
- Berkat sungai Nil, Mesir jadi subur. Herodotus menyatakan Mesir hadiah dari sungai Nil
- Nil membuat Delta yang luas sehingga berdiri kota penting spt Kairo, dan Iskandaria
2. Seni bangunan thn 3000 sM membangun piramida untuk mengubur raja2 Mesir Kuno. Piramida terbesar milik Fir’aun Cheops (137 M). Tapi cara pembuatan dan organisasinya tidak bisa diketahui (rahasia mesir).
Di depan ada Spinx  patung singa berkepala manusia
Obelisk  tugu batu yang runcing untuk memuja matahari
Tulisan Gambar (pictograph) yang disebut Hieroglyph

3. Pertanian dan Pengairan  dengan organisasi yang baik memanfaatkan S. Nil
4. IPTEK  Banyak waktu luang karena petani nunggu musim. Jadi memanfaatkan cari ilmu.
Mummy,
5. Astronomi / Penanggalan  berdasar perhitungan Matahari. Dan menggunakan bintang untuk mengetahui perubahan Musim
6. Pemerintahan  kekuasaan raja yang absolut oleh Firaun
7. Kepercayaan  Banyak Dewa
8. Peninggalan Kebudayaan:
a. Tulisan Hyeroglyp. Akibat penjajahan Romawi tidak sempat dipelajari, sehingga terlupakan
b. Piramid dan Sphinx
c. Ilmu Hitung  +-x: dan ukur geometri, luas segitiga dgn tepat, diameter lingkaran, dll.
d. Obelisk
e. Mummy
f. Kota mesir Kuno

Senin, 31 Mei 2010

TRADISI SEJARAH MASYARAKAT SEBELUM MEGENAL TULISAN

Indonesia memasuki zaman sejarah baru abad ke IV setelah mengenal agama Hindu, seiring berdirnya kerajaan di Indonesia. Namun manusia masa pra sejarah sudah memiliki kebudayaan yang tinggi dan ditiru oleh anak turunnya, bahkan masih diteruskan sampai sekarang.
Beberapa unsur kebudayaan masyarakat Indoneisa sebelum mengenal tulisan atau sebelum mengenal tulisan antara lain:
a. Sistem kepercayaan
Kepercayaan di Indonesia diperkirakan sudah ada sejak masa berburu dan mengumpulkan makanan. Hal ini dibuktikan dengan penemuan lukisan tangan pada dinding goa di sulawesi Slatan. Lukisan ini berupa cap tangan merah yang jari jarinya direntangkan. Lukisan ini melambangkan kekuatan atau simbol perlindungan untuk menangkal roh jahat. Ada juga cap jari yang tidak lengkap jumlah jarinya, hal ini merupakan tanda berkabung atas anggota keluarga yang meninggal atau nenek moyang
Kepercayaan terhadap nenek moyang ini berlangsung hinggal masa perundagian dan masa tradisi megalithicum. Pemujaan roh nenek moyand diwujudkan dengan penguburan mayat leluhurnya. Selain itu terbukti dengan hasil kebudayaan masa megalithicum yang digunakan sebagai penghormatan terhadap nenek moyang. Kepercayaan terhadap roh nenek moyang disebut animisme.
Selain kpercayaan terhadap nenek moyang, ada juga kepercayaan terhadap kekuatan alam (Dinamisme) dan memuja Hewan-hewan yang dianggap keramat (totemisme)

b. Sistem kemasyarakatan
Manusia yang hidupnya semula dengan cara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian berubah menetap. Perubahan bentuk tempat tinggal masyarakat itu mendorong terjadinya bentuk pemerintahan, dengan tumbuhnya sistem gotong royong dan pambagian tugas antara laki-laki dan perempuan serta anak-anak. Dengan demikian tumbuh pula aturan aturan masyarakat yang harus ditaati
Sistem kemasyarakatannn terus berkembang khususnya pada masa perundagian. Pada masa ini masyarakat sudak lebih kompleks. Pembagian tuas berdasar pada keahliannya.

c. Pertanian
Pertanian mulai dikenal pada masa neolithicum, sejak manusia hdup menetap (sedenter). Pembagian tugas dan sistem gotong royong terlihat jelas. Misalnya jadwal penggunaan air

d. Kemampuan berlayar
Kemampuan berlayar masyarakat Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Hal ini dilatar belakangi bentuk negaraIndonesia yang kepulauan. Antara daerah yang satu dan yang lain dihubungkan oleh laut atau selat.
Model perahu bercadik merupakan model yang paling dikenal pada zaman pengruh hindu Buddha. Perahu ini terbuat dari batang kayu yang besar dan dikupas kulitnya dan dibuat rongga. Kayu dihaluskan dengan beliung kemudian diberi cadik di satu sisi atau kedua sisinya
Kemampuan berlayar ini menjadi dasar kemampuan berdagang dan melangkah ke perdagangan internasional

e. Sistem bahasa
Bahasa yang tersebar di wi layah Indonesia termasuk dalam satu rumpun bahasa, yaitu rumpun bahasa melayunesia atau bahasa melayu kepulauan selatan. Dalam perkembangannya bahasa ini terpengaruh dengan bahasa sansekerta, terlihat di prasasti kerajaan Sriwijaya. Bahasa ini menyebar ke masyarakat dan digunakan sebagai bahasa pergaulan atau linga franca

f. Ilmu pengetehuan
Dari dulu manusia sudah mengenal ilmu pengetahuan sejak lama. Masyarakat Indonesia memanfaatkan angin untuk pelayaran. Selain itu ilm tentang astronomi juga membekali pedagang Indonesia hingga ke manca negara. Atronomi digunakan untuk mengetahui arah dan menntukan musim serta digunakan untuk pertanian untuk menentukan waktu tanam dan waktu panen yanng tepat

g. Organisasi sosial
Kelompok masyarakat dikenal dengan suku. Hubungan antar suku sangat erat. Pola kerjasama dan otong royang antar suku sudah terjalin baik

h. Teknologi
Masa prasejarah sudah dikenal teknik pengecoran logam. Berbagai peralatan rumah tangga , alat pertanian. Teknik pengecoran logam ada dua macam,
- Bi Volve  yaitu teknik pengeciran logam menggunakan dua cetakan kanan kiri yang diikat menjadi satu, kemudia cairan logam dituang. Setelah logam mengeras maka cetakan dibuka dan didapat bentuk yang diinginkan
- Abris Saus Roche  yaitu teknik lilin. Lilin dibentuk seperti benda yang diinginkan kemudian lilin dibungkus dengan tanah liat yang dilobangi salah satu ujungnya. Setelah dipanaskan maka lilin aka meleleh dan keluar. Setelah itu cairan logam dituangkan dan ditunggu sampai kering. Setelah lilin mengeras, maka tanah liat dipecah dan didapatkan bentukan benda yang diinginkan
Teknologi juga terlihat cara pembuatan perahu bercadik yang sesuai dengan alam Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau.

i. Sistem Ekonomi
Sisem ekonomi masyarakat pra sejarah diperkirakan denngan cara barter. Perdagangan yang dilakukan sudah menginjak perdagangan internasional.

j. Kesenian
Kesenian diwujudkan dalam rangka mengisi waktu ssenggang saat menanti pengerjaan pertanian, misalnya batik, gamelan dan wayang.